Selasa, 12 Juli 2016

Untitled


 image by www.lovethispic.com


Kamu datang, lalu pergi
Sadarkah kamu hal itu membuat aku senang kemudian sedih
Kamu menyinariku, lalu memberikan kegelapan
Sadarkah kamu hal itu membuat aku merasa ada kemudian merasa tak berarti

Apakah sekejap itu?
Apakah secepat ini?
Apakah boleh aku mengulang waktu kembali?
Apakah boleh aku melihatmu lagi?

Tidak!
Ini tidak boleh terjadi
Seharusnya tidak sepeti ini
Aku benar=benar merasa sendiri
Sepi

Mengapa kamu bisa melalukan hal sejahat ini disaat aku menganggap kamu adalah orang yang paling baik?
Atau aku yang terlalu berangan kita bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi?
Lalu mengapa kau datang jika harus pergi?
Atau aku yang terlalu memberikan hati?

Cukup!
Entah mengapa setelah kamu melakukan ini aku tidak percaya lagi dengan cinta
Entah mengapa aku selalu menolak pria
Entah sampai kapan aku seperti ini jadinya

Selamat tinggal, terimakasih untuk kebersamaan yang begitu cepat dan kepergian yang begitu mendadak.

Sabtu, 02 Juli 2016

Surat Untuk Ramadhan

Image by Ainy Eka Sinthia


Assalamualaikum Ramadhan. Terimakasih sudah memberikan pelajaran di setiap kehadiranmu. Tidak terasa sebentar lagi kau akan pergi dan semua umat Muslim pasti sangat merindukanmu. Melalui tulisan ini, aku mewakili umat Muslim ingin meminta maaf karena  aku belum bisa menjadi pribadi yang sempurna seperti yang kau mau. Jika boleh jujur, ibadahku pun masih kurang jauh dari harapanmu.

Ramadhan, aku sebenarnya takut. Disetiap kau akan pergi, aku takut jika kau datang ditahun depan ada saudaraku yang tidak bisa menyambut kedatanganmu. Tetapi ketakutanku lebih besar jika aku sendiri yang tidak bisa menyambutmu. Aku tidak bisa melihat kau datang dan mengantarmu pergi seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku khawatir karena ibadahku yang belum sempurna dan bacaan Al-Qur'an ku yang belum selesai.

Apa kau tahu Ramadhan? Aku merasa sedih, aku sedih setiap kali Tuhan mempertemukan kita namun aku belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Aku sedih karena aku merasa tidak berguna di dunia ini.

Ramadhan sesungguhnya aku malu. Aku selalu minta kepada Tuhan semoga aku bisa kembali dalam keadaan suci dan Tuhan menghapus dosa-dosa ku. Namun terkadang perbuatanku bisa menambah dosa-dosa yang aku punya. Dan permintaanku pun akan berakhir percuma. Aku merasa malu pada Tuhan, Ramadhan. Dan yang bisa aku lakukan hanya menangis.

Tapi dibalik itu semua, aku merasa senang, Ramadhan. Karena kehadiranmu semua umat Muslim didunia berubah menjadi lebih baik. Semua umat Muslim berlomba-lomba melalukan kebaikan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Walaupun aku tidak tahu apa itu semua dilakukan saat kau datang saja, atau mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh. Ya, tak terkecuali dengan diriku. Tetapi semoga aku dan kami semua tetap bisa istiqhomah dalam kebaikan sampai kita tidak bertemu lagi. Dan Sampai Tuhan tidak izinkan kita bertemu.

Dari ku yang penuh dengan kekhawatiran.




Hy teman-teman, pertama-tama makasih buat kalian yang udah mampir dan sempetin baca tulisan gua di blog ini. gua mau sharing mengenai Surat Untuk Ramadhan yang gua tulis diatas. Sebenernya tulisan itu udah gua tulis pas Ramadhan tahun lalu yaitu tahun 2015 dan baru gua post di status line gua. baru sempet hari ini gua publish ke blog dan yang udah gua publish ini ada banyak tambahan tapi gak sama sekali gua kurangin/hapus. gua kepikiran buat surat untu Ramadhan ini ketika ada yang ngesend voice musikalisai puisi gitu gua gatau itu siapa yang nyiptain dan siapa suara yang ada disitu. itu hampir sama tentang Ramadhan yang mau pergi, tapi di musikalisasi itu dia sebagai Ramadhan yang ingin pergi. Nah gua langsung kepikiran ingin buat tapi sebagai umat Muslim yang ditinggalkan oleh Ramadhan. Yap bisa dibilang gua jadi terinspirasi gitu pas denger musikalisasi itu.

Oke mungkin segitu aja gua sharing kenapa gua kepikiran bikin Surat Untuk Ramadhan ini. semoga dengan surat ini bisa memberikan motivasi buat kalian supaya tetap berlomba dalam kebaikan. kalo yang gak termotivasi juga gak papa. karna emng gak jelas juga sih tulisan gua hehe.

Btw, Happy Ied Mubarak Semuanyaaaa...
Mohon maaf lahir dan batin. maaf kalo selama ini tulisan-tulisan gua gak jelas dan menggangu fungsi mata kalian. heuheuuuuu

Byeeeeeeee mwahhhh


fyi gua tau ini lebay tapi gua pas denger musikalisasi puisi itu nangis, pas gua bikin Surat Untuk Ramadhan tahun lalu nangis, dan sekarang pas gua ngetik ini juga nangis. what the-,-

Kamis, 30 Juni 2016

Seperti Rumput Liar

Photo by : tumblr


Pertumbuhannya semakin tidak terkendali
Padahal tak ada seorang pun yang bersedia merawatnya
Rumput liar sering kali tumbuh tidak beraturan dan tidak jarang kehadirannya dianggap menjadi pengganggu oleh segelintir orang

Lalu bagaimana dengan rasa yang aku punya kepada orang yang tidak perasa
Sejenak dalam benak menganggap rasa ini sama seperti rumput liar itu
Apakah bisa disamakan? Ah... Aku tidak perduli

Keheningan membalut disetiap malam
Memikirkan rasa apa yang sebenarnya terjadi disini. di hati.
Rasa apa yang aku maksudkan tadi
Aku tidak tahu pasti

Ku fikir semua menjadi mati setelah kau pergi tanpa basa basi
Namun semua yang kufikirkan salah. untuk waktu selama ini
Rasa  ini ternyata masih berdebar dalam mimpi yang tertuju padamu
Rasa yang bernama cinta

Rumput liar dan cinta
Aku penasaran siapa yang akan punah terlebih dahulu
Ku harap setelah aku menulis ini, cinta itu yang terlebih dahulu musnah
Kau tidak perduli bukan seberapa tinggi cinta yang bersarang di hati ku ?
Beberapa waktu aku selalu mencoba memangkasnya

Hah. Aku melakukan sesuatu yang sia sia rupanya
Seberapa keras aku memangkas, aku mencabut, aku membiarkan mati
Ia akan tetap tumbuh
Ia terus tembuh dan semakin banyak

Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa
Aku kehabisan cara
Aku kehabisan kata
Aku kehabisan tenaga

Tapi naas nya aku tidak pernah kehabisan rasa pada mu...



Tertanda,

Aku, si pemilik rumput liar