photo via : tumblr
Ini tentang matahari terbit.
Jika kita berbicara tentang matahari terbit atau matahari terbenam.
Sudah jelas aku lebih memilih matahari terbit.
Jika kebanyakan orang menyukai matahari terbenam. atau mereka biasa menyebutnya dengan senja.
Ya, tapi itu tidak berlaku untukku.
Aku bukan bagian dari mereka.
Aku memiliki filosofi sendiri mengenai matahari terbit.
Entah berapa banyak orang menyetujui ku nanti. Ah aku tidak perduli.
Maaf kan aku senja...
Aku lebih menyukai ketika matahari terbit, bahkan sangat mengaguminya dan sering sekali menunggunya.
Iya aku tau senja memang indah, cantik, tak heran jika banyak yang menyukainya.
Tetapi aku punya filosofi sendiri mengenai senja.
Ya memang aku selalu berbeda dari kalian.
Ini tidak harus kalian benarkan. percayalah ini hanya tentang fikiran konyol yang tak berarti.
Aku akan memulai tentang senja difikiranku.
Menurutku senja itu menggambarkan kehilangan.
Iya. dia indah, cantik, mengagumkan, banyak orang yang menyukainya.
Tapi untuk apa jika pada akhirnya dia menghilang ?
Dia menghilang dan membuat langit kehilangan cahaya dan menjadi gelap.
Dia menghilang dan tak bisa lagi menyinari kehidupan orang lain.
Saat waktu senja tiba, saat itu juga langit harus melepaskan kepergian mentari.
Maka dari itu aku lebih menyukai matahari terbit.
Saat dia datang, ia hadir memberikan cahaya yang mampu menerangi kehidupan.
Langit tak akan gelap.
Bahkan bumi akan bersorak kegirangan.
Walaupun kehadirannya mampu memberikan panas yang luar biasa.
Tak jarang hati ini pun ikut terbakar akan kehadirannya.
Tapi ketahuilah, aku tidak dapat hidup tanpa adanya matahari.
Aku meyimpulkan bahwa kamu sama seperti matahari terbit.
Kamu datang tapi memberikan panas dihati.
Kamu memang bukan memberikan panas dengan api, tapi kamu memberikan panas dengan semua sikapmu yang membuat aku gerah.
Walaupun begitu, aku tidak bisa hidup tanpa hadirmu.
Hal lain yang membuat aku berfikir kau sama dengan filosofi matahari terbit yang aku buat adalah aku hanya bisa melihat mu dari jauh.
Karna saat aku mendekat, aku akan mati terbakar
Aku senang kau datang walau membuatku panas.
Aku senang kau datang walau aku hanya bisa melihatmu dari jauh
Aku senang kau ada karna kau menjadi semangatku untuk memulai hari baru
Aku senang kau ada karna kau menerangi kehidupanku.
Jadi, tetaplah menjadi matahari terbitku dan jangan sesekali kau terbenam.
-Aku yang selalu menantikan kau datang dan akan mati jika kau terbenam-

